Selasa, 15 Maret 2011

PESTISIDA ORGANIK : manfaat, kelebihan dan kekurangan

Trend bertani organik memang fenomenal. Kecenderungan untuk hidup sehat tanpa bahan kimia berbahaya, kembali ke alam, kepedulian terhadap ekosistem dan lingkungan menyebabkan beberapa ilmuwan dan petani di lapangan seperti kami ini terus mencoba berbagai macam ramuan nabati yang berfungsi untuk mengusir bahkan membasmi hama ataupun mikroorganisme patogen. Pada beberapa artikel sebelumnya, saya telah banyak membahas mengenai beberapa jenis tumbuhan yang potensial sebagai pestisida, insektisida maupun fungisida organik yang bisa anda lihat di link artikel dibawah. Beberapa petani dan teman-teman saya sudah banyak mencoba dan alhamdulillah sejauh ini banyak keberhasilan. continue reading...

Resep-resep tersebut sebaiknyalah terus dikembangkan oleh kita berdasarkan sumberdaya yang ada di sekitar kita. Kuncinya coba, coba dan mencoba kemudian evaluasi, dan perbaiki insya ALLAH pasti dapat apa yang kita inginkan.

BEBERAPA MANFAAT PESTISIDA ORGANIK
Pestisida organik memiliki berbagai manfaat yang bermacam-macam, antara lain sebagai :

  • Repelen, yaitu menolak kehadiran serangga (bau yang menyengat)

  • Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman yang telah disemprot (ada rasa pahit).

  • Mencegah serangga meletakkan telur.

  • Sebagai racun syaraf.

  • Mengacaukan sistem hormon di dalam tubuh serangga.

  • Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dapat dipakai pada perangkap serangga.

  • Mengendalikan pertumbuhan jamur/bakteri.


B. BAHAN DAN CARA PENGOLAHAN
Untuk membuat pestisida nabati diperlukan bahan-bahan berupa bagian dari tumbuhan tertentu, misalnya daun, biji, buah, akar dan lainnya.
Bahan-bahan tersebut diolah menjadi berbagai macam bentuk, antara lain : cairan berupa ekstrak dan minyak, dan bentuk padat (tepung dan abu). Contoh bentuk-bentuk hasil pengolahan pestisida nabati antara lain sebagai berikut :

  • Bahan mentah yang berbentuk tepung (tepung nimba, tepung kunyit, tepung jahe).

  • Ekstrak tanaman/resin dengan mengambil cairan metabolit sekunder dari bagian tanaman tertentu. (minyak nimba, minyak krisan, minyak cengkeh, dll).

  • Bagian tanaman dibakar untuk diambil abunya dan dipakai sebagai insektisida misalnya : serai, tembelekan (Lantana Cemara)), daun bambu dan lain-lain.

  • Bahan mentah/ekstrak yang didapatkan dengan cara proses perebusan, contoh : daun pepaya dll

  • Bahan mentah nabati yang didapatkan dengan cara melalui proses fermentasi yang sudah sering saya tuliskan artikelnya




C. KELEBIHAN dan KEKURANGAN
Kelebihan dari pestisida berbahan baku nabati antara lain :

  • Mengalami degradasi/penguraian yang cepat oleh sinar matahari.

  • Memiliki efek/pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian.

  • Toksitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relatif lebih aman pada manusia (lethal dosage (LD) >50 Oral).

  • Memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif.

  • Dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida sintetis.

  • Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman.

  • Bahan baku sangat melimpah dan tersedia di alam

  • Karena bersifat selektif maka relatif aman terhadap organisme yang bersifat sebagai predator atau pemangsa alami

  • Mudah dibuat dan diperbanyak sendiri bahkan oleh petani awam sekalipun

  • Selain itu juga berfungsi sekaligus sebagai pupuk organik cair


Sedangkan kelemahan penggunaan pestisida nabati sebagai berikut :

  • Cepat terurai dan aplikasinya harus lebih sering.

  • Daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga/ memiliki efek lambat).

  • Kapasitas produksinya masih rendah dan belum dapat dilakukan dalam jumlah massal (bahan tanaman untuk pestisida nabati belum banyak dibudidayakan secara khusus).

  • Ketersediaannya di toko-toko pertanian masih terbatas.


Bahan-bahan di atas umumnya dibuat dengan cara diblender, direbus dan direndam atau difermentasi dulu (untuk mendapatkan biang obat) sebelum disemprotkan. Untuk jenis biji direndam terlebih dahulu kemudian ditumbuk/diblender. Sedangkan jenis daun dan umbi dapat diblender dan diambil ekstraknya. Sebelum digunakan bahan-bahan di atas dicampur dengan larutan sabun colek/sabun cair tipol dan direndam semalam, setelah itu siap digunakan.

Sumber : Ir. H. Samsudin, MSi (Direktur Lembaga Pertanian Sehat) dan dari pengalaman pribadi penulis serta kawan-kawan petani.

Artikel terkait :
1. Tips gratis membuat EM (2)
2.
Tips gratis membuat pestisida organik (4)
3.
Tips gratis membuat bokashi/pupuk organik sendiri
4.
Tips membuat/membiakkan EM /mikroorganisme lokal (1)
5.
Potensi temu hitam sebagai insektisida dan fungisida organik
6.
Analisa kandungan urine hasil fermentasi
7.
Analisa biaya sederhana pembuatan pupuk organik cair
8.
Tips gratis membuat insektisida organik (resep 2)
9.
Potensi umbi gadung sebagai insektisida organik
10.
Tips gratis membuat pupuk organik cair sederhana
11.
Tips gratis membasmi hama yuyu/kepiting sawah
12.
Potensi kulit jengkol sebagai insektisida organik
13.
Tips membuat fungisida organik sendiri
14.
Tips membuat herbisida/racun rumput sendiri
15.
Tips gratis membuat pestisida organik sendiri (resep 1)

2 komentar:

  1. hehe jadi inget jaman2 kuliah dulu :razz:
    keren-keren infonya mas :D

    BalasHapus
  2. sy butuh petesida yg dari korea untuk hama ulat batam pohon kl ada hib sy di 085299571329

    BalasHapus