Pada artikel kali ini, saya akan menampilkan contoh proposal untuk penambahan/penguatan modal bagi gapoktan. Penambahan modal ini kami perlukan karena terutama disebabkan oleh semakin dipercayanya lembaga gapoktan di desa kami dalam melayani kegiatan usaha simpan pinjam di kalangan masyarakat petani. Terus terang, Gapoktan Roda Sejahtera desa Tlogopayung sampai saat ini masih kewalahan untuk melayani permintaan pinjaman dari petani. Kebutuhan besar tetapi aset Gapoktan sangatlah terbatas. Walau kami secara perlahan tapi pasti berhasil meningkatkan aset, dari tahun 2009 ada 100 juta hingga sekarang 2011 ada sekitar 150 an juta, alhamdulillah. Kepercayaan petani terhadap pengurus gapoktan semakin menguat. Oleh karena itu sudah saatnya kami mencari cara untuk menambah modal gapoktan. Cara yang kami jalankan selama ini diantaranya yaitu dengan menggalakkan tabungan dengan menelurkan produk tabungan SIMPLE (SIMpanan LEbaran). Insya ALLAH, SIMPLE ini akan kami bahas di artikel selanjutnya. Selain itu, kami mencoba mencari alternatif/cara lain untuk menambah modal, diantaranya bekerjasama dengan instansi/dinas terkait. Sebagai contoh, proposal ini akan kami ajukan ke Kementrian Koperasi dan UKM. Anda bisa melihat dan mencontoh proposal kami, jikalau anda anggap cocok. Mungkin masih banyak kekurangan, tapi setidaknya kami bisa berbagi. Semoga bermanfaat.
Halaman
Tampilkan postingan dengan label gapoktan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gapoktan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Mei 2011
Contoh proposal permohonan penambahan modal GAPOKTAN
Pada artikel kali ini, saya akan menampilkan contoh proposal untuk penambahan/penguatan modal bagi gapoktan. Penambahan modal ini kami perlukan karena terutama disebabkan oleh semakin dipercayanya lembaga gapoktan di desa kami dalam melayani kegiatan usaha simpan pinjam di kalangan masyarakat petani. Terus terang, Gapoktan Roda Sejahtera desa Tlogopayung sampai saat ini masih kewalahan untuk melayani permintaan pinjaman dari petani. Kebutuhan besar tetapi aset Gapoktan sangatlah terbatas. Walau kami secara perlahan tapi pasti berhasil meningkatkan aset, dari tahun 2009 ada 100 juta hingga sekarang 2011 ada sekitar 150 an juta, alhamdulillah. Kepercayaan petani terhadap pengurus gapoktan semakin menguat. Oleh karena itu sudah saatnya kami mencari cara untuk menambah modal gapoktan. Cara yang kami jalankan selama ini diantaranya yaitu dengan menggalakkan tabungan dengan menelurkan produk tabungan SIMPLE (SIMpanan LEbaran). Insya ALLAH, SIMPLE ini akan kami bahas di artikel selanjutnya. Selain itu, kami mencoba mencari alternatif/cara lain untuk menambah modal, diantaranya bekerjasama dengan instansi/dinas terkait. Sebagai contoh, proposal ini akan kami ajukan ke Kementrian Koperasi dan UKM. Anda bisa melihat dan mencontoh proposal kami, jikalau anda anggap cocok. Mungkin masih banyak kekurangan, tapi setidaknya kami bisa berbagi. Semoga bermanfaat.
Sabtu, 07 Mei 2011
Ayo bentuk Gapoktan di desa kita...(Seri 13)
| RAT Gapoktan Roda Sejahtera tahun 2011 |
Jumat, 11 Maret 2011
Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(Seri 12)
Setelah kita mengadakan indentifikasi potensi desa yang caranya bisa dilihat di seri 7 , maka hasilnya dituangkan dalam laporan hasil identifikasi desa. Laporan hasil identifikasi potensi desa sudah pernah saya posting sebelumnya di seri 8 , tetapi secara lengkapnya sebaiknya kita tuangkan menjadi PROFIL DESA seperti artikel dibawah ini. Kegunaan profil desa sangat besar antara lain sebagai data dasar dalam pengembangan pembangunan pertanian di desa secara umum. Pembuatan rencana kerja, strategi serta langkah yang perlu dicapai. Penting untuk pemerintah desa, instansi terkait, kelompok tani maupun masyarakat desa utamanya sehingga mengetahui dengan jelas potensi desanya sendiri.
PROFIL DESA TLOGOPAYUNG
Keadaan umum desa Tlogopayung berdasarkan Identifikasi Potensi Desa Tahun 2009 adalah sebagi berikut:
PROFIL DESA TLOGOPAYUNG
Keadaan umum desa Tlogopayung berdasarkan Identifikasi Potensi Desa Tahun 2009 adalah sebagi berikut:
Rabu, 02 Februari 2011
Ayo bentuk gapoktan di desa kita (Seri 10)
Aturan Peminjaman PUAP Untuk Anggota Gapoktan Roda Sejahtera
Berikut ini saya akan menampilkan beberapa aturan umum dan khusus untuk anggota Gapoktan Roda Sejahtera yang akan meminjam dana bagi pengembangan usaha taninya. Dana yang dimiliki gapoktan bersumber dari pemerintah, pihak ketiga dan dari anggota melalui simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela. Perlulah dibuat aturan umum dan khusus peminjaman dana gapoktan sehingga anggota harus memenuhi syarat-syarat berikut untuk dapat memanfaatkan dana gapoktan. Aturan ini sifatnya fleksibel dan dapat dimodifikasi sesuai karakteristik daerah masing-masing.
I. Aturan umum peminjaman
Berikut ini saya akan menampilkan beberapa aturan umum dan khusus untuk anggota Gapoktan Roda Sejahtera yang akan meminjam dana bagi pengembangan usaha taninya. Dana yang dimiliki gapoktan bersumber dari pemerintah, pihak ketiga dan dari anggota melalui simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela. Perlulah dibuat aturan umum dan khusus peminjaman dana gapoktan sehingga anggota harus memenuhi syarat-syarat berikut untuk dapat memanfaatkan dana gapoktan. Aturan ini sifatnya fleksibel dan dapat dimodifikasi sesuai karakteristik daerah masing-masing.
I. Aturan umum peminjaman
- Peminjam tercatat sebagai anggota poktan.
- kelengkapan administrasi (fotokopi KTP dan SPPT) dipenuhi oleh anggota.
Senin, 10 Januari 2011
Perkembangan Gapoktan Roda Sejahtera 2009, 2010 (2 tahun)

Sungguh tidak mudah mengelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Roda Sejahtera penerima PUAP di desa tlogopayung ini. Di tengah-tengah pandangan pesimis masyarakat desa akan perkembangan gapoktan, kami pengurus berusaha sekuat tenaga untuk mengembangkan dan meningkatkan asset maupun jumlah dana yang bisa digulirkan kepada petani. Sebettulnya bukan kali ini saja desa tlogopayung mendapat bantuan permodalan untuk petani, tetapi semuanya berakhir musnah tak berbekas.
Alhamdulillah, semenjak gapoktan ini memperoleh dana PUAP 100 juta dari pemerintah pada akhir 2008 yang lalu, perkembangannya tak seperti dugaan banyak orang, justru assetnya semakin bertambah dari tahun ke tahun. Ini semua berkat kerja keras pengurus, pengawas dan kerjasama anggota yang baik tentunya.
Pada 2 MEI 2008 Gapoktan RODA SEJAHTERA dikukuhkan oleh BUPATI KENDAL sebagai GAPOKTAN PENERIMA PUAP dengan SK BUPATI KENDAL NOMOR 320 / 524 / 2008. Pada akhir 2008 mendapat bantuan modal 100 juta. Berikut akan kami tampilkan pencapaian gapoktan RS pada 2009, 2010 dan target 2011. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kami untuk peningkatan dan perbaikan masa yang akan datang. Usaha mayor masih simpan pinjam dengan jasa yang sangat rendah yaitu 1,25% perbulan.
| NO | ITEM | PENCAPAIAN | PERSEN | TARGET | |
| 2009 | 2010 | KENAIKAN | 2011 | ||
| 1 | Jml nasabah | 76 | 88 | 16% | 100 |
| 2 | Jumlah SP | 1.050.000 | 1.800.000 | 71% | 4.000.000 |
| 3 | Tabungan (Rp) | 3.639.700 | 6.785.750 | 86% | 10.000.000 |
| 4 | Asset (Rp) | 120.738.000 | 141.619.900 | 17% | 170.000.000 |
| 5 | Jml piutang | 213.900.000 | 261.758.200 | 22% | 320.000.000 |
| 6 | SHU (Rp) | 9.228.300 | 14.319.000 | 55% | 22.000.000 |
Dengan beberapa pencapaian diatas, alhamdulillah walau masih jauh dari baik, tentunya ada harapan untuk terus berkembang dan meningkat dari tahun ke tahun. Kami optimis untuk tahun 2011 ini, kami bisa menjadi semacam Bank Mikro/Lembaga Keuangan Mikro yang akan bertugas menyalurkan dan membantu permodalan bagi usaha pertanian dengan jasa yang ringan demi kesejahteraan petani.
Ada beberapa kendala yang masih kami hadapi yaitu terutama mengenai penambahan modal. Sebenarnya hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
1. menambah SP, SW ataupun menggalakkan tabungan anggota
2. mengusahakan tambahan modal dari pemerintah. Nah mungkin ada diantara pembaca blog ini yang bisa mengetahui bahkan mengusahakan penambahan modal untuk kami mengingat yang ingin menambah modal usaha lewat gapoktan hingga hari ini artikel ditulis, mengantri...Yang membutuhkan permodalan banyak, sementara dana yang ada terbatas.
Contoh laporan RAT (Rapat Anggota Tahunan) Gapoktan Roda Sejahtera dapat dilihat DISINI.
Minggu, 26 Desember 2010
Ayo bentuk gapoktan di desa kita (Seri 9)
CONTOH PROGRAM KERJA TAHUNAN GAPOKTAN
Pada Seri 9 kali ini saya akan menampilkan tentang contoh program kerja Gapoktan Roda Sejahtera pada tahun 2010. Lebih khusus lagi Seri 9 ini merupakan hasil eksplorasi dari IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH yang telah kita lakukan. Bagi organisasi kelompok tani, program kerja sangatlah penting supaya kinerja organisasi lebih terencana, teratur dan berdaya sehingga menghasilkan organisasi kelompok tani yang kuat. Selain itu mampu mendayagunakan anggota, lebih jauh lagi harapan finalnya adalah mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga petani. Dan jangan lupa, membina hubungan, interaksi dan kerjasama bukan hanya antar anggota dan pengurus tetapi juga dengan pemerintah dan instansi atau dinas-dinas terkait. Berikut contoh program kerja tahunan :
I. BIDANG ORGANISASI DAN ADMINISTRASI
1. Pembenahan sistem administrasi
2. Penyusunan Alur Kerja (pembiayaan)
3. Keanggotaan
4. Kepengurusan
II. BIDANG KEUANGAN
1. Terpenuhinya rasio kesehatan
2. Adminstrasi Keuangan
III. BIDANG PERTANIAN DAN USAHA
IV. LAIN-LAIN
Demikian contoh mengenai program kerja GAPOKTAN RODA SEJAHTERA. Sedikit banyak semoga bisa bermanfaat bagi anda yang mempunyai Kelompok tani maupun Gabungan Kelompok tani. Program kerja ini tentu saja masih banyak kekurangan, oleh karena itu dapat ditambah bahkan dikurangi disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan maupun potensi yang ada di wilayah tersebut.
Salam sukses. Sampai jumpa lagi di seri-seri berikutnya mengenai GAPOKTAN.
PENTING UNTUK SOBAT SEMUA :
Jika link-link diatas tidak bisa berfungsi dengan baik, silahkan anda cari di DAFTAR ISI blog ini dengan judul artikel yang sama. Insya ALLAH tak ada masalah. Selamat membaca, dan jangan lupa tinggalkan komentar atau saran ya...terimakasih banyak.
Pada Seri 9 kali ini saya akan menampilkan tentang contoh program kerja Gapoktan Roda Sejahtera pada tahun 2010. Lebih khusus lagi Seri 9 ini merupakan hasil eksplorasi dari IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH yang telah kita lakukan. Bagi organisasi kelompok tani, program kerja sangatlah penting supaya kinerja organisasi lebih terencana, teratur dan berdaya sehingga menghasilkan organisasi kelompok tani yang kuat. Selain itu mampu mendayagunakan anggota, lebih jauh lagi harapan finalnya adalah mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga petani. Dan jangan lupa, membina hubungan, interaksi dan kerjasama bukan hanya antar anggota dan pengurus tetapi juga dengan pemerintah dan instansi atau dinas-dinas terkait. Berikut contoh program kerja tahunan :
I. BIDANG ORGANISASI DAN ADMINISTRASI
1. Pembenahan sistem administrasi
| RENCANA KERJA | TARGET / TUJUAN | WAKTU PELAKSANAAN |
| Pembenahan penyimpanan dokumen yang masih terpakai dan tidak terpakai | Mempermudah pencarĂan dokumen jika diperlukan Meminimalisasi ruangan penyimpanan | Januari - Desember |
| Penggunaan sistem pencatatan transaksi keuangan yang lebih tepat dan mudah diaplikasikan | Mengoptimalkan sistem kerja, pencatatan dan pengadministrasian transaksi keuangan Memaksimalkan pelayanan kepada anggota | Januari - Desember |
| Pembenahan sistem pembiayaan | Kontrol pembiayaan lebih efektif Memudahkan perencanaan pembiayaan bulanan | Januari - Desember |
| Pembenahan administrasi surat-menyurat dan keanggotaan | Mempermudah pencarĂan dokumen jika diperlukan | Maret |
2. Penyusunan Alur Kerja (pembiayaan)
| Pembenahan alur pembiayaan dan agunannya | Administrasi pembiayaan dan agunan lebih baik Kontrol pembiayaan dan pengambilan agunan menjadi lebih mudah | Februari |
| Pembenahan alur kontrol angsuran | Administrasi angsuran menjadi lebih baik Mempermudah kontrol angsuran | Maret - April |
3. Keanggotaan
| Meningkatkan jumlah anggota | Meningkatkan asset Gapoktan Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih luas | Januari - Desember |
| Meningkatkan kesadaran anggota terhadap hak dan kewajiban | Menumbuhkan rasa memiliki anggota terhadap Gapoktan | Januari - Desember |
4. Kepengurusan
| Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja pengurus | Meningkatkan keuntungan demi majunya Gapoktan | Januari - Desember |
| Meningkatkan kapabilitas pengurus baik melalui pelatihan ataupun studi banding | Agar mampu menjalankan amanah dengan baik secara mandiri | Januari - Desember |
II. BIDANG KEUANGAN
1. Terpenuhinya rasio kesehatan
| Menekan pembiayaan bermasalah | Kembalinya uang pinjaman sebagai modal Gapoktan Meningkatkan SHU / keuntungan Gapoktan | Januari - Desember |
| Penyehatan permodalan melalui pemupukan modal anggota | Meningkatkan jumlah modal usaha Gapoktan | Januari - Desember |
2. Adminstrasi Keuangan
| Pembenahan administrasi keuangan | Meningkatkan kinerja keuangan Tertib adminstrasi dan pelaporan keuangan kepada pegurus dan anggota | Januari - Desember |
III. BIDANG PERTANIAN DAN USAHA
| Pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik | Kesadaran bertani organik Pemanfaatan pupuk kandang dan bahan obat nabati | Juni - Juli |
| Pelatihan inseminasi buatan pada ayam | Melatih jiwa wirausaha petani Mengembangkan usaha beternak ayam kampung | Pebruari |
| Pelatihan usaha makanan kecil | Meningkatkan usaha rumah tangga kelompok wanita tani | Januari |
| Pembuatan perpustakaan pertanian | Menambah ilmu dan wawasan pertanian Mebudidayakan membaca untuk meningkatkan pengetahuan pertanian | Juni - Juli |
| Pelatihan perencanaan keuangan keluarga petani | Mendapatkan pengetahuan untuk mengelola keuangan keluarga dg baik Memberantas praktik rentenir | Januari - Desember |
IV. LAIN-LAIN
| Pemeliharaan inventaris yang sudah ada dan menambah sesuai keperluan | Memperlancar pengelolaan usaha Gapoktan | Januari - Desember |
| Pengalokasian pembiayaan untuk sektor produksi bersama Gapoktan | Media pembelajaran usaha bagi pengurus dan anggota | - |
| Mengadakan konsultasi dengan Dinas Instansi terkait | Menambah wawasan sebagai bahan pemikiran Gapoktan | Januari - Desember |
| Pengadaan 1 unit notebook | Memperlancar pembuatan laporan – laporan dan keadministrasian yang lain | Maret |
Demikian contoh mengenai program kerja GAPOKTAN RODA SEJAHTERA. Sedikit banyak semoga bisa bermanfaat bagi anda yang mempunyai Kelompok tani maupun Gabungan Kelompok tani. Program kerja ini tentu saja masih banyak kekurangan, oleh karena itu dapat ditambah bahkan dikurangi disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan maupun potensi yang ada di wilayah tersebut.
Salam sukses. Sampai jumpa lagi di seri-seri berikutnya mengenai GAPOKTAN.
Artikel terkait :
1. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 1)
2. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 2)
3. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 3)
4. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 4)
5. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 5)
6. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 6)
7. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 7)
8. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 8)
9. Ayo bentuk gapoktan di desa kita..(seri 9)
10. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 10)
11. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 11)
1. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 1)
2. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 2)
3. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 3)
4. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 4)
5. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 5)
6. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 6)
7. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 7)
8. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 8)
9. Ayo bentuk gapoktan di desa kita..(seri 9)
10. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 10)
11. Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(seri 11)
PENTING UNTUK SOBAT SEMUA :
Jika link-link diatas tidak bisa berfungsi dengan baik, silahkan anda cari di DAFTAR ISI blog ini dengan judul artikel yang sama. Insya ALLAH tak ada masalah. Selamat membaca, dan jangan lupa tinggalkan komentar atau saran ya...terimakasih banyak.
Senin, 06 Desember 2010
Ayo bentuk Gapoktan di desa kita (Seri 8)
Setelah PPL bersama Gapoktan melakukan identifikasi potensi desa yang caranya bisa dilihat di SERI 7, maka inilah hasilnya. Hasil identifikasi potensi desa antara lain berguna untuk menyusun rencana dan program kerja untuk pengembangan usaha petani, kelompok tani dan gapoktan serta menjadi data bagi instansi terkait/pemerintah dalam program pembangunan pertanian di suatu wilayah. Data potensi desa dibagi 2 yaitu usaha budidaya dan non budidaya.
LAPORAN IDENTIFIKASI POTENSI DESA
1. Desa : Tlogopayung
2. Kecamatan : Plantungan
3. Kabupaten/Kota : Kendal
4. Propinsi : Jawa Tengah
5. Nama Penyuluh : Mar’ah Solichah, S.Pt
6. Alamat : Desa Pucakwangi RT 02 RW II, Pageruyung, Kendal 51361
Sedangkan data Usaha Non Budidaya yaitu :
LAPORAN IDENTIFIKASI POTENSI DESA
1. Desa : Tlogopayung
2. Kecamatan : Plantungan
3. Kabupaten/Kota : Kendal
4. Propinsi : Jawa Tengah
5. Nama Penyuluh : Mar’ah Solichah, S.Pt
6. Alamat : Desa Pucakwangi RT 02 RW II, Pageruyung, Kendal 51361
LAPORAN IDENTIFIKASI POTENSI DESA
1. Desa : Tlogopayung
2. Kecamatan : Plantungan
3. Kabupaten/Kota : Kendal
4. Propinsi : Jawa Tengah
5. Nama Penyuluh : Mar’ah Solichah, S.Pt
6. Alamat : Desa Pucakwangi RT 02 RW II, Pageruyung, Kendal 51361
| No | Kode Usaha Produktif | Potensi | Catatan | ||
| Luas lahan/Populasi ternak | Produktivitas (ton/ha) | Jumlah Rumah Tangga Tani | |||
| I. | USAHA BUDIDAYA | ||||
| 1. | Tanaman Pangan | ||||
| a. Padi | 146 | 4,3 | 1093 | ||
| b. Jagung | 126 | 2,21 | 1093 | ||
| c. Kedelai | 1 | 0,7 | 2 | ||
| d. Kacang Tanah | 3 | 1,5 | 50 | ||
| e. Kacang Hijau | - | - | - | ||
| f. Ubi Kayu | 42 | 8,38 | 900 | ||
| g. Ubi Jalar | 21 | 10 | 900 | ||
| 2. | Hortikultura | ||||
| a. Bawang Merah | - | - | - | ||
| b. Cabe Merah | 0,25 | 1 | 1 | ||
| c. Kubis | - | - | - | ||
| d. Tomat | - | - | - | ||
| e. Kacang Panjang | 0,1 | 0,2 | 60 | ||
| f. Pisang | 3 | 4,5 | 700 | ||
| g. Jeruk | - | - | - | ||
| h. Pepaya | - | - | - | ||
| k. Rimpang (jahe) | 0,1 | 0,8 | 60 | ||
| 3. | Perkebunan | ||||
| a. Kopi | 49,84 | 0,75 | 900 | ||
| b. Lada | - | - | - | ||
| c. Cengkeh | 44,23 | 0,9 | 900 | ||
| d. Melinjo | 36,89 | - | - | ||
| e. Nilam | - | - | - | ||
| g. Kelapa | 1,50 | 3,75 | - | ||
| h. Aren | 2 | 4 | - | ||
| i. Sengon | 73,78 | 0,03 | 58 | ||
| 4. | Peternakan | ||||
| a. Ayam Buras | 2208 | - | 550 | ||
| b. Itik | 686 | - | 150 | ||
| d. Kambing | 246 | - | 100 | ||
| e. Domba | 620 | - | 325 | ||
| f. Kelinci | - | - | - | ||
| g. Mentok | 442 | - | 234 | ||
| h. Sapi | 274 | - | 215 | ||
Sedangkan data Usaha Non Budidaya yaitu :
LAPORAN IDENTIFIKASI POTENSI DESA
1. Desa : Tlogopayung
2. Kecamatan : Plantungan
3. Kabupaten/Kota : Kendal
4. Propinsi : Jawa Tengah
5. Nama Penyuluh : Mar’ah Solichah, S.Pt
6. Alamat : Desa Pucakwangi RT 02 RW II, Pageruyung, Kendal 51361
| N o | Kode Usaha Produktif | Potensi | Catatan | |||||||
| Jenis Usaha | Transaksi Jual Beli | Om Set (Rp) | Pasar | |||||||
| A da | T id a k | Hari an | Min ggu an | Bul ana n | Lok al | Kab | ||||
| II. | USAHA NON BUDI DAYA | |||||||||
| a. Usaha Rumah tangga yg terkait dg potensi desa | √ | √ | √ | Slondok, Rengge- nek, gaplek, samier, kripik, emping melinjo, | ||||||
| b. Pemasaran hasil pertanian (Bakulan) | √ | √ | √ | Tebas Sengon dan hsl pertanian warung kelon- tong | ||||||
| c. Usaha lainnya (Saprotan) | √ | √ | √ | Kios Pengecer pupuk | ||||||
Kamis, 11 November 2010
Ayo bentuk gapoktan di desa kita...(Seri 7)

Setelah terbentuk poktan dan gapoktan di desa kita, maka perlu dilakukan Identifikasi/inventarisasi Potensi Wilayah (IPW) desa kita. IPW adalah kegiatan pengalian data dan informasi potensi wilayah (data sekunder dan data primer) yang dilakukan secara partsipatif.Analisis potensi wilayah adalah proses menterjemahkan berbagai keterkaitan satu kelompok data dengan kelompok data lain, untuk merumuskan alternatif rekomendasi pola pengembangan usaha tani, berupa rancangan pemanfaatan sumberdaya, alternatif jenis komoditas prioritas serta sistem usahatani yang sesuai dengan wilayah tersebut.
Potensi adalah semua sumberdaya yang ada atau tersedia dan yang dapat digunakan dalam upaya mengatasi masalah yang ada ataupun digunakan dalam upaya mencapai tujuan. Potensi bukan hal yang bersifat fisik saja seperti tersedianya lahan yang masih luas, atau adanya sumber air yang besar, tetapi juga yang bersifat non fisik, seperti besarnya permintaan, pengetahuan petani tentang sesuatu, yang memadai dan tingginya kebiasaan gotong royong.

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Menurut pengertiannya sustu sistem terdiri dari komponen yang bekerja secara teratur sebagai satu kesatuan ekosistem terbentuk oleh komponen hidup dan tak hidup pada suatu tempat yang berinteraksi membentuk satu kesatuan yang teratur.

Manfaat dilakukannya IPW adalah agar tersedianya data dan informasi yang memberikan data akurat mengenai potensi wilayah yang sangat diperlukan dalam proses pengambilan keputusan bagi petani-nelayan untuk mengembangkan usaha taninya, bagi penyuluh untuk merancang kegiatannnya serta pihak-pihak lain yang untuk meraih peluang-peluang yang ada pada wilayah/desa tsb. Data yang tidak lengkap/tdk akurat akan mengakibatkan kesalahan fatal dalam proses pengambilan keputusan bagi para pemakainya. Melalui kegiatan IPW dimungkinkan tersedianya data dan informasi yang kelak diperlukan dalam proses pengambilan keputusan baik bagi pengembangan usahatani maupun perancangan kegiatan penyuluhan pertanian.

Untuk melakukan IPW ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan :
1. menyusun instrumen IPW
Penyusunan instrumen guna identifikasi potensi wilayah/IPW dapat dilakukan dengan teknik wawancara sesuai struktur. Hal ini agar pertanyaan dapat disampaikan secara runtut dan mudah dipahami oleh peserta/responden, juga agar efisien dan efektif di dalam proses penggalian.
2. pengumpulan data IPW
Adapun informasi data sekunder yang dibutuhkan meliputi :
- karakteristik lahan
- jumlah hujan dan hari hujan dalam 1o tahun
- luas lahan potensial dan fungsional yang digunakan
- penggunaan lahan berdasarkan agroekosistem
- pola usahatani dalam 1 tahun
- jumlah penduduk berdasarkan pendidikan
- karakteristik petani berdasarkan kelas kemampuan
- status pengelolaan lahan
- data koperasi, tabungan, tunggakan dan kredit kelompok tani
- teknologi terapan yang diterapkan di tingkat petani
- trend komoditas 5 tahun terakhir
- trend harga 5 tahun terakhir

Penjelasan lebih lanjut mengenai teknik/cara melakukan IPW akan saya posting secepatnya.
Selasa, 02 November 2010
Ayo bentuk Gapoktan di desa kita...(Seri 4)
Kelompok Tani yang kuat merupakan cikal bakal dari tumbuhnya Gapoktan yang tangguh. Oleh karena itu perlu dibentuk dan dibina kelompok tani yang kuat dan mandiri. Di desa kami, desa Tlogopayung, Plantungan, Kendal walau kelompok taninya masih jauh dari kuat, tapi setidaknya sudah mempunyai pertemuan dan kegiatan rutin, baik kegiatan individu maupun kelompok hingga simpan pinjam anggota.
Ciri-ciri KELOMPOK TANI yang kuat dan mandiri, yaitu :
1. selalu mengadakan pertemuan secara rutin dan teratur
2. dapat menyusun rencana kerja kelompok
3. memiliki aturan/sangsi yang disepakati bersama dan ditaati secara bersama dan tertulis
4. mempunyai administrasi yang tertib dan lengkap
5. dapat menjalin kemitraan dengan pihak lain
Nah, tulisan kali ini akan mengupas mengenai pentingnya administrasi kelompok tani. Adminstrasi kelompok tani sangat penting dan diperlukan bagi suatu organisasi/kelompok tani. Hal ini dimaksudkan agar semua jenis kegiatan kelompok dapat dicatat dengan tertib dan teratur sehingga dapat dipakai sebagai bahan kajian dan evaluasi organisasi/kelompok.
Sebagai contoh, walau kelompok tani mempunyai banyak kegiatan serta cukup maju dan berkembang, namun jika tidak didukung administrasi dengan baik dan tersusun rapi, maka sulit bagi organisasi/kelompok tani tersebut maupun orang lain untuk mengadakan penilaian.
PELAKSANAAN ADMINISTRASI
Administrasi/pembukuan kelompok tani dilaksanakan oleh pengurus kelompok yang terdiri atas :
1. Admistrasi umum dilaksanakan oleh sekretaris, meliputi buku-buku :
a. Buku daftar pengurus
b. Buku daftar anggota dan kepemilikan lahan
c. buku agenda surat-surat
d. buku daftar hadir pertemuan
e. buku notulen rapat
f. buku keputusan rapat
g. buku tamu
2. Administrasi keuangan dilaksanakan oleh bendahara, meliputi buku-buku :
a. buku kas harian, bulanan
b. jurnal keuangan harian, bulanan
c. laporan neraca keuangan, rugi laba
d. buku besar
e. laporan SHU
3. Administrasi kegiatan dilaksanakan oleh masing-masing seksi kegiatan, meliputi buku-buku :
a. buku rencana kegiatan
b. buku inventaris
c. buku pinjam alat
d. buku tambah tanam/ubinan
Nah, sekian dulu tips dari saya, insya ALLAH akan saya posting CONTOH-CONTOH BUKU ADMINSTRASI KELOMPOK (soalnya banyak banget sih..lagipula sudah malam, jadi ya...disambung seri 5 ya..., maaf). Tapi saya masih berbaik hati nih, saya kasih contohnya satu dulu ya...yg lain menyusul. Ini contohnya :
1. buku daftar pengurus
| No | Nama | Tpt, tgl lahir | Alamat | Jabatan | Terhit. mulai tgl | TTD | Ket. |
Kamis, 21 Oktober 2010
Ayo bentuk Gapoktan di desa kita...(seri 3)
PERAN DAN TUGAS PENGURUS GAPOKTAN/POKTANPengurus Gapoktan
Pegurus Gapoktan terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara yaitu adalah petani anggota yang dipilih dalam Rapat Anggota. Sedangkan untuk pengelola gapoktan (dibawah kendali Pengurus), terdiri dari Seksi Keuangan Mikro, seksi Usaha tani, seksi usaha pengolahan, seksi usaha sarana dan prasarana produksi, dan seksi usaha pemasaran.Untuk menjalankan fungsi organisasi, termasuk PUAP, masing-masing pengurus Gapoktan mempunyai tugas yaitu :
A. KETUA, mengkoordinasikan, mengorganisasikan serta bertanggungjawab penuh terhadap seluruh kegiatan gapoktan dg rincian sbb :
1. melaksanakan hasil keputusan rapat anggota, 2. memimpin rapat pengurus yang dihadiri pengurus poktan, komite pengarah dan penyuluh pendamping, 3. menandatangan surat menyurat dan dokumen pelaksanaan (PUAP) dan dokumen surat menyurat lain, 4. mewakili gapoktan dlm pertemuan dg pihak lain, 5. megkorrdinasikan pelaporan dan pertanggungjawaban dana, 6. memimpin organisasi dan administrasi gapoktan.
B. SEKRETARIS, bertugas menlaksanakan administrasi kegiatan gapoktan, dg rincian :
1. membuat dan memeliharan notulen rapat, berita acara, serta dokumen lain, 2. menyelenggarakan surat-menyurat, 3. menyelengarakan administrasi dokumen RUB (rencana usaha bersama), RUK/rencana Usaha kelompok, RUA/rencaca usha anggota dan keg. organisasi lain, 4. menyusun laporan bulanan dan laporan tahunan kegiatan gapoktan.
C. BENDAHARA, bertugas mennagani seluruh kegiatan administrasi keuangan gapoktan, termasuk penyaluran dan pengelolaan dana, dg rincian sbb :
1. melaksanakan penarikan/pencairan dana sesuai dengan jadwal pemanfaatn oleh anggota, 2. mebukukan setiap penyaluran dana (PUAP) kepada anggota, 3. menyimpan dan memelihara arsip pembukuan, 4. menyusun laporan bulanan dan laporan tahunan keuangan gapoktan.
KOMITE PENGARAH
Komite Pengarah adalah komite yg dibentuk oleh Pemerintahan Desa yg terdiri dari wakil tokoh masyarakat, wakil dari kelompok tani dan penyuluh pendamping. Komite Pengarah terdiri dari seorang ketua dan dua orang angota dgn tugas sbb :
1. memberi masukan dan pertimbangan dlm penetapan RUB pd saat rapat angota, 2. mengawasi penggunaan dana BLM PUAP sesuai keputusan Rapt Anggota, 3. memberi masukan dan pertimbangan dalam penumbuhan dan pengembangan unit usaha otonom gapoktan.
KELOMPOK TANI
Kelopok tani/POKTAN adalah kumpulan petani/peternak yg dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Jumlah aggota kelompok tani terdiri atas 20-25 orang atau disesuaikan dgn kondisi lingkungan masuartakat dan usaha taninya dan dipimpin oleh seorang ketua. Organisasi POktan terdiri dari Ketua, bendahara, sektertatis, seksi Usaha tani, seksi usaha pengolahan, seksi usaha sarana dan prasarana produksi, seksi usaha pemasaran. Ketua Poktan mempunyai tugas sbb :
1. Memimpin rapat angota poktan dalam peyusunan Rencana Usaha Kelompok /RUK berdsaarkan Rencana Usaha Anggota/RUA.
2. Menyampaikan hasil keputusan rapat anggota Gapktan kepada anggota kelopok tani
3. mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan usaha kelompok sesuai dgn hasil keputusan rapat angota gapoktan
4. menyalurkan dana BLM-PUAP yg diterima dari Gapoktan kepada anggota sesuai RUA.
Berikut ini diuraikan TUPOKSI masing-masing seksi yang dapat dibentuk baik di GAPOKTAN maupun POKTAN.
Tugas Seksi Usaha Tani
Agar kegiatan usa tani petani dapat berlangsung dengan baik, GApoktan diarahkan agar empunyai kemampuan sbb :
1. mengambil keputusan dalam menentukan pengembangan produksi usaha tani yg menguntungkan berdasarkan info yg tersedia dalam bid teknologi sosial permodalan, sarana prod dan sumberdaya lainnya,
2. menyusun rencana definitif gapoktan dan melaksanakan kegiatan atas dasar pertimbangan efisiensi
3. memfasilitasi penerapn teknologi (bahan, alat, cara) usaha tani kelompok tani sesuai dg rencana kegiatan Gapoktan
4. menjalin kerjasama/kemitraan degnan pihak lain yg terkait dalam pelaksanaan usaha tani
5. mentaati dan melaksanakan kesepakatan yg dihasilkan bersama dalam organisasi maupun kesepakatan dg pihak lain
6. mengevalusi kegiatan bersama dan recana kebutuhan gapoktan sebagai bahan rencana kegiatan yg akan datang
7. meningkatkan kesinambungan produktivitas dan kelestarian SDAL
8. mnegelola administrasi secara baik
9. merumuskan kesepakatan bersamaa baik dalam memecahkan masalah untuk melakukan berbagai kegiatan gapoktan
10. merencanakan dan melaksanakan pertemua-pertemuan berkala baik di dalam gapoktan, antar gapoktan, atau dgn instasi/lembaga terkait
Bersambung....
Seksi Usaha Pengolahan
Sebagai unit usaha pengolahan, hendaknya Gapoktan mempunyai kemampuan berikut :
1. menyusun perencanaan kebutuhan peralatan pengolahan hasil usaha tani petani dan poktan
2. menjalin kerjasama/kemitraan usaha dgn pengusaha pengolhaan hasil-hasil pertanian
3. menjalin kerjasama/kemitraan usaha dengan pihak penydia pengolahan peralatan-peralatan pertanian
4. mengembagkan kemampuan anggota gapoktan dalam pegolahan produk-produk hasil pertanian
5. mengorganisasikan kegiatan produksi anggota gapoktan ke dalam unit-unit usaha pengolahan
Seksi Usaha Sarana dan Pra Sarana Produksi
Sebagai unit usaha sarana dan prasarana, hendaknya gapoktan memiliki kemampuan sbb :
1. menyusun perenanaan kebutuhan sarana dan prasarana setiap anggotanya
2. menjalin kerjasama/kemitraan usaha dgn pihak penyedia sarana prasarana produksi pertanian dgn dinas terkait dan lembaga2 usaha saprotan
3. menjalin kerjasama/kemitraan usaha dgn pihak penyedia sarana prasarana produksi pertanian, pengolahan, pemasaran atau permodalan
Seksi Usaha Pemasaran
Sebagai unit pemasaran, hendaknya gapoktan memiliki kemampuan sbb :
1. mengidentifikasi, menganalisis potensi dan peluang pasar berdasarkan sumber daya yg dimiliki untuk megembangkan komoditi yg dikembangkan/diusahakan guna memberikan keuntungan usaha yg lebih besar
2. menrencnakan kebutuhan pasar berdasarkan sumberdaya yg dimiliki dgn memprhatikan segmentasi pasar
3. menjalin kerjasama/kemitraan usaha dgn pemasok2 kebutuhan pasar
4. mengembangkan penyediaan kebutuhan2 pasar produk pertanian
5. mengembangkan kemampuan memasarkan produk2 hasil pertanian
6. menjalin kemitraan/kerjasama usaha dgn pihak pemasok hasil-hasil produksi pertanian
7. meningkatkan lkemampuan dlm menganalisis potensi usaha masing2 anggota utk di jadikan satu unit yg menjamin pada permintaan pasar dilihat dari kuantitas, kualitas serta kontinuitas
Seksi Keuangan Mikro
Agar kegiatan usaha keuangan mikro dpt berlangsung dgn baik, Gapoktan diarahkan agar mempunyai kemampuan sbb. :
1. menumbuhkembangkan kreativitas dan prakarsa angota Gapoktan untuk memanfaatkan setiap informasi dan akses permodalan yg tersedia
2. meningkatkan kemampuan anggota Gapoktan untuk dpt mengelola keuangan mikro secara komersil
3. mengembagkan kemampuan utk menggali sumber-sumber usaha yg mampu meningkatkan permodalan
4. mendorong dan mengadvokasi anggota agar mau dan mampu melaksanakan kegiatan simpan pinjam guna memfasilitasi pengembangan modal usaha.
SEKIAN DULU....bersambung di SERI 4, Insya ALLAH....Semoga bermanfaat
Sabtu, 16 Oktober 2010
Ayo bentuk Gapoktan di desa kita... (Seri 2)
LOGO Gapoktan Roda Sejahtera
Artikel ini merupakan lanjutan dari ayo-bentuk-gapoktan (seri-1) . Seri 2 ini secara umum akan memuat langkah-langkah praktis dalam membentuk GAPOKTAN/Gabungan Kelompok Tani. Dari namanya saja kita tahun bahwa Gapoktan terdiri atau membawahi beberapa Kelompok Tani. Oleh karena itu ya...
1. yang pertama harus dibentuk Kelompok Tani terlebih dahulu. Pastikan di desa anda sudah ada kelompok tani yang aktif. Jikalau sudah ada tapi belum aktif, ya di aktifkan lah...Jikalau belum ada kelompk tani, ya harus dibentuk dulu.
Ciri-ciri kelompok tani yang aktif, antara lain :
1. mempunyai susunan pengurus yang berfungsi baik. Ada Ketua, bendahara, sekretaris, dan seksi-seksi yang lain, seksi budidaya, seksi sarana prasarana, seksi pengolahan hasil dan seksi pemasaran, dan bisa ditambahkan sesuai kondisi lokal.
2. Ada pertemuan rutin kelompok yang biasanya dihadiri oleh gapoktan dan PPL.
3. mempunyai simpanan pokok, wajib maupun sukarela
4. mempunyai program kegiatan yang dijalankan dengan baik. Baik yang dilakukan secara mandiri maupun bekerjasama dgn pihak lain, seumpama Pemerintah dan Dinas terkait.
5. anggotanya aktif berusaha tani baik secara on-farm maupun off-farm
2. nAH, setelah kelompok tani terbentuk dan aktif, ehmm...supaya kelompok tani aktif, menurut pengalaman saya sih, ya harus didorong-dorong baik oleh gapoktan maupun PPL, apalagi di tempat saya, maaf, wong taninya mayoritas petani gurem termasuk diriku ini...hehe...
3. mulai bentuk gapoktan. Kita berembug dengan kelompok tani yang ada, PPL setempat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat. Pertemuan bisa formal maupun informal.
4. Susun dan bentuklah nominasi pengurus dulu, maksudnya kalau sdh ada noinasi nama kan tinggal di-floor-kan, jadi hemat waktu ngak terlalu banyak ribet. Bagusnya sih, penunjukkan nama lewat forum. INGAT ! usahakan yang jadi pengurus adalah pribadi yang teruji dan JUJUR (SYARAT ini penting, nanti kaitannya dengan begitu banyaknya program bantuan pemerintah yg dpt diraup lewat gapoktan dan HARUS DIKELOLA DGN BAIK, bisa dibayangkan kalo yg jadi pengurus sembarangan....ehhmm...lenyap dalam sekejap), dia HARUS sudah menjadi angota kelompok tani yang aktif dan mempunyai usaha tani sendiri.
5. dalam struktur gapoktan ada Komisi Pengawas, Pengurus, Pengelola. Komisi Pengawas sebaiknya terdiri dari 3 orang (1 ketua dan 2 anggota). Ketua pengawas usahakan dari tokoh masyarakat yg cukup disegani, sedagkan 2 angota pengawas terdiri dari 1 orang PPL Pertanian dan 1 orang tokoh masyarakat setempat. Siapkan nama-namanya.
6. Siapkan juga nama-nama ketua gapoktan, sekretaris, bendahara, seksi LKM (atau disebut juga manager yang tuganya mengelola Keuangan Mikro, temasuk simpan-pinjam dan pembiayaan anggota), seksi budidaya, seksi sarana prasarana, seksi pengolahan hasil, seksi pemasaran, Usahakan memilih orang yang jujur dan kompeten demi keberlangsungan gapoktan.
Nah, kalau sudah disiapkan nama-namanya, maka kita persiapkan FORUM untuk pengukuhan Komisi Pengawas dan Pengurus Gapoktan.
Untuk itu akan saya tulis di artikel ayo bentuk gapoktan seri 3.
Artikel ini merupakan lanjutan dari ayo-bentuk-gapoktan (seri-1) . Seri 2 ini secara umum akan memuat langkah-langkah praktis dalam membentuk GAPOKTAN/Gabungan Kelompok Tani. Dari namanya saja kita tahun bahwa Gapoktan terdiri atau membawahi beberapa Kelompok Tani. Oleh karena itu ya...
1. yang pertama harus dibentuk Kelompok Tani terlebih dahulu. Pastikan di desa anda sudah ada kelompok tani yang aktif. Jikalau sudah ada tapi belum aktif, ya di aktifkan lah...Jikalau belum ada kelompk tani, ya harus dibentuk dulu.
Ciri-ciri kelompok tani yang aktif, antara lain :
1. mempunyai susunan pengurus yang berfungsi baik. Ada Ketua, bendahara, sekretaris, dan seksi-seksi yang lain, seksi budidaya, seksi sarana prasarana, seksi pengolahan hasil dan seksi pemasaran, dan bisa ditambahkan sesuai kondisi lokal.
2. Ada pertemuan rutin kelompok yang biasanya dihadiri oleh gapoktan dan PPL.
3. mempunyai simpanan pokok, wajib maupun sukarela
4. mempunyai program kegiatan yang dijalankan dengan baik. Baik yang dilakukan secara mandiri maupun bekerjasama dgn pihak lain, seumpama Pemerintah dan Dinas terkait.
5. anggotanya aktif berusaha tani baik secara on-farm maupun off-farm
2. nAH, setelah kelompok tani terbentuk dan aktif, ehmm...supaya kelompok tani aktif, menurut pengalaman saya sih, ya harus didorong-dorong baik oleh gapoktan maupun PPL, apalagi di tempat saya, maaf, wong taninya mayoritas petani gurem termasuk diriku ini...hehe...
3. mulai bentuk gapoktan. Kita berembug dengan kelompok tani yang ada, PPL setempat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat. Pertemuan bisa formal maupun informal.
4. Susun dan bentuklah nominasi pengurus dulu, maksudnya kalau sdh ada noinasi nama kan tinggal di-floor-kan, jadi hemat waktu ngak terlalu banyak ribet. Bagusnya sih, penunjukkan nama lewat forum. INGAT ! usahakan yang jadi pengurus adalah pribadi yang teruji dan JUJUR (SYARAT ini penting, nanti kaitannya dengan begitu banyaknya program bantuan pemerintah yg dpt diraup lewat gapoktan dan HARUS DIKELOLA DGN BAIK, bisa dibayangkan kalo yg jadi pengurus sembarangan....ehhmm...lenyap dalam sekejap), dia HARUS sudah menjadi angota kelompok tani yang aktif dan mempunyai usaha tani sendiri.
5. dalam struktur gapoktan ada Komisi Pengawas, Pengurus, Pengelola. Komisi Pengawas sebaiknya terdiri dari 3 orang (1 ketua dan 2 anggota). Ketua pengawas usahakan dari tokoh masyarakat yg cukup disegani, sedagkan 2 angota pengawas terdiri dari 1 orang PPL Pertanian dan 1 orang tokoh masyarakat setempat. Siapkan nama-namanya.
6. Siapkan juga nama-nama ketua gapoktan, sekretaris, bendahara, seksi LKM (atau disebut juga manager yang tuganya mengelola Keuangan Mikro, temasuk simpan-pinjam dan pembiayaan anggota), seksi budidaya, seksi sarana prasarana, seksi pengolahan hasil, seksi pemasaran, Usahakan memilih orang yang jujur dan kompeten demi keberlangsungan gapoktan.
Nah, kalau sudah disiapkan nama-namanya, maka kita persiapkan FORUM untuk pengukuhan Komisi Pengawas dan Pengurus Gapoktan.
Untuk itu akan saya tulis di artikel ayo bentuk gapoktan seri 3.
Rabu, 13 Oktober 2010
Ayo bentuk Gapoktan di desa kita...(Seri 1)
PENDAHULUAN
Berawal dari keinginan supaya masyarakat petani di Desa Tlogopayung, kec. Plantungan, Kendal bisa mandiri dan berdaya, maka sekelompok manusia yang ndak usah lah disebut namanya, beringsut untuk membentuk Gabungan Kelompok Tani. Salah satu syarat terbentuknya gapoktan ini yaitu ya harus ada dulu Kelompok Taninya lah...Kebetulan di desa kami sudah terbentuk secara resmi 3 kelompok tani, yaitu Mekar Sari 1, Mekar Sari 2 dan Mekar Sari 3.
Sebelum berdirinya, kami berembug dulu dengan Kepala Desa, Ketua Kelompok Tani, PPL (Penyuluh Pertanian Lapang) yang ditugaskan di Desa Tlogopayung dan beberapa tokoh masyarakat yang peduli pertanian. Pertemuan secara informal dulu membahas langkah-langkah ke depan. Apa-apa yang perlu dipersiapkan dll. Kami juga menghubungi pihak pemerintah kecamatan, menurutku ini juga penting karena banyak juga lho program-program pemerintah yang ditujukan untuk membantu petani, seperti PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan), Sarjana Membangun Desa (Peternakan), SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu), Perguliran sapi/domba, Pelatihan-pelatihan, Bantuan bibit kehutanan, Kebun Bibit Desa dll masih banyak lagi. Meski begitu, ada dan tidaknya/sedikit dan banyaknya peran pemerintah tidaklah menjadi pokok/utama dalam pengelolaan setiap kegiatan, yang terpenting adalah kemauan dan niat pengurus untuk benar-benar memajukan para petani di desa. Inilah sebenarnya "RUH" menuju gapokta yang sukses, mandiri dan berkembang.
TEORI...
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) merupakan organisasi petani
diperdesaan yang dibentuk secara musyawarah dan mufakat untuk
meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. Gapoktan dibentuk atas
dasar: (1) kepentingan yang sama diantara para anggotanya; (2) berada
pada kawasan usahatani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara
para anggotanya; (3) Mempunyai kader pengelola yang berdedikasi untuk
menggerakkan para petani; (4) memilki kader atau pemimpin diterima oleh
petani lainnya; (5) Mempunyai kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya
oleh sebagian besar anggotanya, dan (6) adanya dorongan atau motivasi
dari tokoh masyarakat setempat.
Untuk membangun Gapoktan yang ideal sesuai dengan tuntutan organisasi
masa depan, diperlukan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas
melalui pembinaan yang berkelanjutan. Proses penumbuhan dan
pengembangan gapoktan yang kuat dan mandiri diharapkan secara
langsung dapat menyelesaikan permasalahan petani dalam pembiayaan,
dan pemasaran. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor
273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman pembinaan kelembagaan petani,
pembinaan kelompok tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis,
peningkatan peranan, peran serta petani dan anggota masyarakat
perdesaan. Dalam rangka mengukur kapasitas dan aspek tata kelola
organisasi menggunakan ukuran sebagai berikut:
2.1. Aturan yang dimilki.
Sejalan dengan strategi pembinaan Gapoktan PUAP untuk
ditumbuhkan menjadi LKM-A, maka diperlukan aturan tertulis yang
disepakati dan mengikat seluruh anggota dengan Gapoktan sebagai
organisasi.
Aturan yang harus dimiliki oleh gapoktan adalah Anggaran Dasar
(AD) yang merupakan aturan dasar dari sebuah lembaga gapoktan
yang disusun oleh petani pemilik gapoktan dalam menentukan arah
dan kebijakan agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Sedangkan Anggaran Rumah Tangga (ART) merupakan penjabaran
dari anggaran dasar yang memuat aspek: hak dan kewajiban
anggota, pengurus dan pengelola; kegiatan usaha, modal dan
simpanan anggota, pembinaan dan pengawasan dan lain-lain.
Contoh Anggaran Dasar Gapoktan dapat dilihat DILIHAT DISINI
dan Anggaran Rumah Tangga dapat DILIHAT DISINI
2.2. Pengelola LKM-A (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis)
Pengelola dan pengurus dalam suatu organisasi lembaga keuangan
yang sehat sebaiknya terpisah. Secara umum pengurus mempunyai
tugas dan fungsi merumuskan kebijakan organisasi, pengawasan,
melaporkan perkembangan dan kemajuan organisasi kepada anggota
atau pemegang saham.
secara lengkap mengenai organisasi gapoktan hingga manajemen pengelolaan LKM-A DAPAT DILIHAT DISINI.
Untuk selanjtnya saya akan memaparkan pengalaman praktis saya dan teman-teman dalam membentuk Gapoktan Roda Sejahtera di SERI 2.
Berawal dari keinginan supaya masyarakat petani di Desa Tlogopayung, kec. Plantungan, Kendal bisa mandiri dan berdaya, maka sekelompok manusia yang ndak usah lah disebut namanya, beringsut untuk membentuk Gabungan Kelompok Tani. Salah satu syarat terbentuknya gapoktan ini yaitu ya harus ada dulu Kelompok Taninya lah...Kebetulan di desa kami sudah terbentuk secara resmi 3 kelompok tani, yaitu Mekar Sari 1, Mekar Sari 2 dan Mekar Sari 3.
Sebelum berdirinya, kami berembug dulu dengan Kepala Desa, Ketua Kelompok Tani, PPL (Penyuluh Pertanian Lapang) yang ditugaskan di Desa Tlogopayung dan beberapa tokoh masyarakat yang peduli pertanian. Pertemuan secara informal dulu membahas langkah-langkah ke depan. Apa-apa yang perlu dipersiapkan dll. Kami juga menghubungi pihak pemerintah kecamatan, menurutku ini juga penting karena banyak juga lho program-program pemerintah yang ditujukan untuk membantu petani, seperti PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan), Sarjana Membangun Desa (Peternakan), SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu), Perguliran sapi/domba, Pelatihan-pelatihan, Bantuan bibit kehutanan, Kebun Bibit Desa dll masih banyak lagi. Meski begitu, ada dan tidaknya/sedikit dan banyaknya peran pemerintah tidaklah menjadi pokok/utama dalam pengelolaan setiap kegiatan, yang terpenting adalah kemauan dan niat pengurus untuk benar-benar memajukan para petani di desa. Inilah sebenarnya "RUH" menuju gapokta yang sukses, mandiri dan berkembang.
TEORI...
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) merupakan organisasi petani
diperdesaan yang dibentuk secara musyawarah dan mufakat untuk
meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. Gapoktan dibentuk atas
dasar: (1) kepentingan yang sama diantara para anggotanya; (2) berada
pada kawasan usahatani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara
para anggotanya; (3) Mempunyai kader pengelola yang berdedikasi untuk
menggerakkan para petani; (4) memilki kader atau pemimpin diterima oleh
petani lainnya; (5) Mempunyai kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya
oleh sebagian besar anggotanya, dan (6) adanya dorongan atau motivasi
dari tokoh masyarakat setempat.
Untuk membangun Gapoktan yang ideal sesuai dengan tuntutan organisasi
masa depan, diperlukan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas
melalui pembinaan yang berkelanjutan. Proses penumbuhan dan
pengembangan gapoktan yang kuat dan mandiri diharapkan secara
langsung dapat menyelesaikan permasalahan petani dalam pembiayaan,
dan pemasaran. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor
273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman pembinaan kelembagaan petani,
pembinaan kelompok tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis,
peningkatan peranan, peran serta petani dan anggota masyarakat
perdesaan. Dalam rangka mengukur kapasitas dan aspek tata kelola
organisasi menggunakan ukuran sebagai berikut:
2.1. Aturan yang dimilki.
Sejalan dengan strategi pembinaan Gapoktan PUAP untuk
ditumbuhkan menjadi LKM-A, maka diperlukan aturan tertulis yang
disepakati dan mengikat seluruh anggota dengan Gapoktan sebagai
organisasi.
Aturan yang harus dimiliki oleh gapoktan adalah Anggaran Dasar
(AD) yang merupakan aturan dasar dari sebuah lembaga gapoktan
yang disusun oleh petani pemilik gapoktan dalam menentukan arah
dan kebijakan agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Sedangkan Anggaran Rumah Tangga (ART) merupakan penjabaran
dari anggaran dasar yang memuat aspek: hak dan kewajiban
anggota, pengurus dan pengelola; kegiatan usaha, modal dan
simpanan anggota, pembinaan dan pengawasan dan lain-lain.
Contoh Anggaran Dasar Gapoktan dapat dilihat DILIHAT DISINI
dan Anggaran Rumah Tangga dapat DILIHAT DISINI
2.2. Pengelola LKM-A (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis)
Pengelola dan pengurus dalam suatu organisasi lembaga keuangan
yang sehat sebaiknya terpisah. Secara umum pengurus mempunyai
tugas dan fungsi merumuskan kebijakan organisasi, pengawasan,
melaporkan perkembangan dan kemajuan organisasi kepada anggota
atau pemegang saham.
secara lengkap mengenai organisasi gapoktan hingga manajemen pengelolaan LKM-A DAPAT DILIHAT DISINI.
Untuk selanjtnya saya akan memaparkan pengalaman praktis saya dan teman-teman dalam membentuk Gapoktan Roda Sejahtera di SERI 2.
Langganan:
Postingan (Atom)