Rabu, 16 Maret 2011

Membuat starter mikroba/bakteri sendiri

Berbagai jenis bakteri, semua ada di sekitar kita
Dari awal memang saya bermaksud untuk menjadikan blog ini sebagai sahabat bagi teman-teman petani sekalian sehingga semua artikel yang ada di blog ini tidak pakai bahasa atau teori yang muluk-muluk sehingga orang awam, seperti diri ini, mudah memahami.  Segala tips dan cara yang ada saya usahakan untuk menjelaskan semudah-mudahnya dan semuanya saya usahakan sudah dicoba dulu, minimal oleh kawan petani saya.  Oiya, harap maklum, jelek-jelek begini saya ini dipercaya menjadi Ketua Gapoktan Roda Sejahtera, Desa Tlogopayung, Kecamatan Plantungan, Kendal, Jawa Tengah, Indonesia, Bumi ALLAH...^-^... sejak 2008  lalu.
continue reading...

Artikel ini tidak secara langsung menjelaskan cara pembuatan starter mikroba/bakteri karena terus terang saya pun belum pernah mencoba membuatnya, tetapi di kepala saya sudah penuh tulisan-tulisan mengenai berbagai macam cara dan resep untuk membuatnya.  Insya ALLAH hari Kamis depan, 23 Maret 2011 saya bersama anak-anak petani sekitar 81 orang akan mencoba untuk membuatnya.  Kenapa harus anak-anak ?  Ya, sederhana saja.  Bukankah mereka itu rata-rata anak buruh tani yang memang sehari-hari mesti bergelut keseharian mereka dengan dunia tani, pertanian, peternakan, tanaman, padi, jagung, sayuran, ayam, sapi, kambing dll.  Semoga saja berguna untuk mereka.  Lagipula setelah ini berhasil, saya akan mengajak beberapa petani anggota saya.

Baiklah sebelumnya saya akan membahas sedikit saja, ya sedikit saja mengenai bakteri khusunya (mohon maaf buat para pakar perbakterian bila tulisan ini salah, mohon dikoreksi).  Yang penting saya menjelaskan untuk  kelas petani sajalah atau orang awam seperti diri ini.  ^-^

SEDIKIT SAJA TENTANG BAKTERI

Bakteri merupakan organisme yang sangat kecil alias mikroskopis dan kebanyakan dari mereka bersel tunggal.   Makhluk hidup ini termasuk organisme prokariotik alias tidak memiliki membran inti.  Bakteri sangat banyak dijumpai di sekitar kita, di air, udara, tanah, makanan, tanaman, buah-buahan, minuman dan bahkan sekujur tubuh kita pun penuh dengan bakteri.  Jenis bakteri bermacam-macam, dari mulai bentuknya, perbedaan struktur dinding sel, perbedaan alat geraknya dll.  Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat di buku Mikrobiologi atau googling saja pasti ketemu.  Intinya yang akan kita gunakan sebagai starter pupuk nantinya adalah bakteri bermanfaat dari jenis anaerob alias tidak butuh oksigen.

Faktor lingkungan utama yang mempengaruhi reproduksi dan pertumbuhan bakteri adalah suhu, lingkungan, zat kimia, nutrisi dan cahaya.  Tentu, layaknya makhluk hidup lain bakteri juga membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya.  Ada yang secara saprofit yaitu menguraikan sisa-sisa tumbuhan atau hewan atau bahan organik lain, menambat mineral tertentu dari lingkungan, dll tetapi pada intinya sama seperti makhluk hidup lain yaitu butuh air, karbon dan mineral selain juga faktor lingkungan yang mendukung.

BAKTERI DORMAN/MATI SURI

Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban udara yang cukup tinggi, kira-kira 85%.  Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan seperti suhu tinggi, kekeringan atau zat-zat kimia tertentu, beberapa spesies dari Bacillus yang aerob dan beberapa spesies dari Clostridium yang anaerob dapat mempertahankan diri dengan spora. Spora tersebut dibentuk dalam sel yang disebut endospora. Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma yang sedikit sekali mengandung air. Oleh karena itu endospora lebih tahan terhadap keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan bakteri aktif. Apabila keadaan lingkungan membaik kembali, endospora dapat tumbuh menjadi satu sel bakteri biasa.

BEBERAPA PERANAN BAKTERI

Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan.

Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :

1. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia colie).

2. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya Acetobacter pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco, Saccharomyces pada tape dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt dll.



3. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.

4. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.

5. Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif, Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai bakteri.

6. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum

7. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium

8. Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.

Bakteri yang merugikan sebagai berikut :

1. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum

2. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis ( penyebab penyakit TBC ), Vibrio cholerae ( penyebab kolera atau muntaber ), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus ) dan Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra )

3. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab penyakit antraks pada sapi )

4. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan)

Nah, sehubungan dengan judul diatas, maka anda sudah bisa menebak kan ?  Saya memberi bold alias penebalan pada peranan bakteri menguntugkan poin 2 dan 8.  Yup !  bakteri-bakteri itulah yang akan coba kami kembangkan bersama petani untuk membuat starter pupuk sendiri. Walau kami sudah pernah membuat memakai  rumen sapi yang pernah saya posting sebelumnya silakan lihat Tips membuat/membiakkan EM /mikroorganisme lokal, tetapi biasalah saya suka mencoba-coba, saya akan pakai beberapa macam cara.  Salah satunya yaitu memakai starter bakteri dari tape, terasi, yakult, tempe (kalo yang ini mikrobanya mayoritas jenis fungi/jamur/kapang) dll. Terus bagaimana cara pembuatannya, terus terang karena belum saya coba (insya ALLAH, Kamis depan), yaaa jadi belum bisa saya terangkan disini.  So, sabar ya.  Insya ALLAH akan saya posting secepatnya.

Sebenarnya ada banyak jenis mikroba yang bermanfaat terutama yang berperan dalam proses fermentasi, satunya lagi yaitu jenis fungi/jamur. Contohnya pada tempe yang mengandung Rhizopus atau juga Aspergillus. Secara umum, saya akan mencoba membiakkan mikroba yang bekerja secara anaerob melalui proses fermentasi.

Dari Wikipedia dan berbagai sumber.

Artikel terkait :
1.  Bahan-yang-berpotensi-sebagai-starter kompos (Seri 4)
2. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 3)
3. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 2) 
4. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 1) 
5. Membuat starter kompos/pupuk sendiri (pengenalan)
6.
Tips gratis membuat EM (2) 
7. Tips gratis membuat pestisida organik (4) 
8. Tips gratis membuat bokashi/pupuk organik sendiri 
9. Tips membuat/membiakkan EM /mikroorganisme lokal (1) 
10. Potensi temu hitam sebagai insektisida dan fungisida organik 
11. Analisa kandungan urine hasil fermentasi 
12. Analisa biaya sederhana pembuatan pupuk organik cair 
13. Tips gratis membuat insektisida organik (resep 2) 
14. Potensi umbi gadung sebagai insektisida organik 
15. Tips gratis membuat pupuk organik cair sederhana 
16. Tips gratis membasmi hama yuyu/kepiting sawah 
17. Potensi kulit jengkol sebagai insektisida organik 
18. Tips membuat fungisida organik sendiri 
19. Tips membuat herbisida/racun rumput sendiri 
20. Tips gratis membuat pestisida organik sendiri (resep 1)
PENTING UNTUK SOBAT SEMUA :
Jika link-link diatas tidak bisa berfungsi dengan baik, silahkan anda cari di DAFTAR ISI blog ini dengan judul artikel yang sama. Insya ALLAH tak ada masalah. Selamat membaca, dan jangan lupa tinggalkan komentar atau saran ya...terimakasih banyak.

5 komentar:

  1. ditunggu pak uji cobanya klo berhasil saya mencobanya juga thx sharenya

    BalasHapus
  2. Salam kenal aja pak GAPOKTAN. Salam seperjuangan,
    kalau ketua Gapoktan seindonesia seperti bapak semua pasti Maju Pertanian kita. Perjuangan kita masih panjang pak.

    BalasHapus
  3. insya ALLAH pak iwan
    salam kenal juga pak GP. salam sukses juga. semoga kelompok tani kita semakin maju ya pak

    BalasHapus
  4. bos coba share tentang pembuatan bakteri pengurai tinja.apa sama buat nya ama pupuk cair,terima kasih

    BalasHapus
  5. terimakasih atas share nya.mudah2an bermanfaat dan layak dicoba

    BalasHapus