Tampilkan postingan dengan label urin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label urin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 September 2010

Tips gratis membuat pupuk organik cair sederhana (pengalamanku)

Kandungan kimia urin manusia
Saya memang orang yang senang coba-coba.  Ndak papa kan ya, yang penting nyoba hal-hal yang baik.  Siapa tahu kelak hasilnya bermanfaat.  Berawal dari hobi saya semenjak kecil, yaitu berkebun dan bertani (diturunkan dari orangtua saya kali ya, kan asli ndeso...hehe...), saya mencoba untuk membuat pupuk organik cair sendiri. Waktu itu sekitar tahun 2000-an, saya menanam cabai keriting.  Harga pupuk dan obat-obatan yang mahal membuat saya bereksperimen membuat pupuk organik cair sendiri.  Selain itu juga membuat pestisida organik dan membuat fungisida organik.

Secara kimiawi kandungan zat dalan urin manusia diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum, kreatinin dan asam urat), asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah, badan keton zat sisa metabolism lemak, ion-ion elektrolit (Na, Cl, K, Amonium, sulfat, Ca dan Mg), hormone, zat toksin (obat, vitamin dan  zat kimia asing), zat abnormal (protein, glukosa, sel darah Kristal kapur dsb).  Secara fisk urin yang dikeluarkan orang  sehat berwarna kuning jernih alias tidak keruh.  Lho, kok malah membahas tentang urin sih...?   Maksud loe...?

Ya, benar,  saya menggunakan urin untuk membuat pupuk organik cair sederhana. Bisa juga kita menggunakan urin kelinci, kambing ataupun sapi, tetapi kandungan kimia terlengkap ya jelas, urin manusialah...kan makanannya beragam, sehingga kandungan zat kimia dalam urinpun lebih kaya.  Tapi ingat ya, urin yang digunakan harus dari urin manusia yang sehat dan normal supaya mencegah tidak adanya penularan penyakit yang kemungkinan terjadi lewat urin. Trus, bagaimana caranya mengubah urin menjadi pupuk organik cair ?

Begini caranya...(eh...tapi break dulu ya, saya kan mau aktivitas sebentar, nanti pasti disambung lagi, maaf yah...).

Nah, sekarang saya mau lanjutkan.  Sebelum urin tersebut kita manfaatkan, maka sebaiknya urin difermentasikan dulu.  Secara umum fermentasi akan "memperkaya" kandungan bahan kimia yang berguna bagi tanaman sehingga pun lebih mudah dicerna oleh tanaman karena sudah "matang".  Selain itu juga baunya sudah tidak menyengat.  Cara melakukan fermentasi ini yaitu :

1.  urine sebanyak 5-10 liter ditempatkan dalam wadah yang tertutup rapat selama 21 hari.  Kemudian setiap 3-4 hari sekali diaduk-aduk supaya proses fermentasi berlangsung dengan baik.  Atau bisa juga menggunakan cara no. 2 dibawah ini...

2.  untuk mempercepat proses fermentasi dan supaya hasil/kandungan kimia urin lebih baik, ada baiknya kita meminta bantuan mikroorganisme fermentasi.  Kita bisa menggunakan bakteri dari genus Saccharomyces yang banyak terdapat pada mollase/tetes tebu, atau lebih praktisnya kita beli saja EM-4 yang banyak dijual di pasar.  Caranya begini untuk tiap 1 liter urin bisa dicampur dengan  5-10 cc EM-4 ditambah dengan 50-100 gram gula merah/50 cc mollase.  Gula merah dan mollase ini fungsinya kurang lebih untuk menyediakan makanan bagi mikroba fermenter untuk melakukan proses fermentasi.  Nah, dengan bantuan mikroba fermenter, proses fermentasi dapat dipercepat menjadi sekitar 10-14 hari saja.  Jangan lupa setiap 3-4 hari diaduk-aduk ya...Oya, cara ini juga merupakan tambahan dari artikel saya sebelumnya yaitu membuat pestisida organik dan membuat fungisida organik (ada cara untuk mempercepat fermentasi bahan organik).

3.  Nah, kalau sudah jadi tinggal diaplikasikan ke tanaman dengan perbandingan antara urin fermentasi dengan air, yaitu 1 : 20.  Untuk tanaman keras/perkebunan bisa lebih banyak urinnya.  Aplikasi ke tanaman bisa disemprotkan atau dikocorkan ke pangkal tanaman.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Artikel terkait :
1.  Bahan-yang-berpotensi-sebagai-starter kompos (Seri 4)
2. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 3)
3. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 2) 
4. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 1) 
5. Membuat starter kompos/pupuk sendiri (pengenalan)
6.
Tips gratis membuat EM (2) 
7. Tips gratis membuat pestisida organik (4) 
8. Tips gratis membuat bokashi/pupuk organik sendiri 
9. Tips membuat/membiakkan EM /mikroorganisme lokal (1) 
10. Potensi temu hitam sebagai insektisida dan fungisida organik 
11. Analisa kandungan urine hasil fermentasi 
12. Analisa biaya sederhana pembuatan pupuk organik cair 
13. Tips gratis membuat insektisida organik (resep 2) 
14. Potensi umbi gadung sebagai insektisida organik 
15. Tips gratis membuat pupuk organik cair sederhana 
16. Tips gratis membasmi hama yuyu/kepiting sawah 
17. Potensi kulit jengkol sebagai insektisida organik 
18. Tips membuat fungisida organik sendiri 
19. Tips membuat herbisida/racun rumput sendiri 
20. Tips gratis membuat pestisida organik sendiri (resep 1)