Tampilkan postingan dengan label kulit jengkol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kulit jengkol. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2010

Tips gratis membasmi hama yuyu/kepiting sawah

Daripada dibuang-buang sayang, ternyata kulit jengkol banyak sekali manfaatnya, subhanallaah.. Selain sebagai

insektisida organik , juga bisa untuk membasmi hama tanaman juga, seperti yuyu/kepiting sawah.   Kok, bisa ?  Ya...

Ya iyalah...kan di dalam kulit jengkol terkandung berbagai macam zat kimia yang berpotensi sebagai racun hama tanaman.

Saya akan menceritakan pengalaman petani-petani di desa saya (Desa Tlogopayung, Kec. Plantungan, Kab. Kendal) dalam membasmi yuyu yang sering membuat lubang-lubang di pematang sawah mereka.  Ulah yuyu ini terang saja membuat mereka gusar.  Bagaimana tidak ?  Pematang-pematang sawah, yang sudah susah-susah dibuat untuk menjaga tinggi muka air dalam pertanaman padi, dalam sekejap bisa berlubang (istilah desa saya "ngoros").  Sehingga air yang untuk tanaman padi sangat penting untuk masa pertumbuhan, bisa lenyap kembali ke sungai.

Trus, caranya bagaimana dunk !!!..

Ya, begini om-om tante-tante semua...

Setelah pematang sawah jadi dan sawah sudah ditanami serta diairi, maka untuk menjaga supaya gerombolan yuyu tidak betah berlama-lama di sawah, yang akhirnya bisa melubangi pematang, maka petani disini biasanya megumpulkan kulit jengkol yang masih segar.  Kulit jengkol tersebut dibawa ke sawah-sawah mereka dan kemudian disebar ke seluruh pematang, atau pematang tertentu dimana yuyu senang bergerombol.  Nyebarnya yang agak lumayanlah biar manjur dan yang merata ya...supaya enak dipandang...hehe...

Nah, dengan begitu yuyu-yuyu tersebut dijamin akan kabur...wezzzzz....hehe... Manusia aja bisa kalang kabur mencium bau jengkol...hehe... Kok bisa, ya kan di dalam jengkol ada zat-zat  kimia yang berpotensi sebagai racun hama tanaman.

Sudah dulu ya, nanti sambung lagi dengan tips organik yang lain...

Salam, Alief


Artikel terkait :
1.  Bahan-yang-berpotensi-sebagai-starter kompos (Seri 4)
2. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 3)
3. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 2) 
4. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 1) 
5. Membuat starter kompos/pupuk sendiri (pengenalan)
6.
Tips gratis membuat EM (2) 
7. Tips gratis membuat pestisida organik (4) 
8. Tips gratis membuat bokashi/pupuk organik sendiri 
9. Tips membuat/membiakkan EM /mikroorganisme lokal (1) 
10. Potensi temu hitam sebagai insektisida dan fungisida organik 
11. Analisa kandungan urine hasil fermentasi 
12. Analisa biaya sederhana pembuatan pupuk organik cair 
13. Tips gratis membuat insektisida organik (resep 2) 
14. Potensi umbi gadung sebagai insektisida organik 
15. Tips gratis membuat pupuk organik cair sederhana 
16. Tips gratis membasmi hama yuyu/kepiting sawah 
17. Potensi kulit jengkol sebagai insektisida organik 
18. Tips membuat fungisida organik sendiri 
19. Tips membuat herbisida/racun rumput sendiri 
20. Tips gratis membuat pestisida organik sendiri (resep 1)

Selasa, 14 September 2010

Potensi kulit jengkol sebagai insektisida/pestisida

Buah jengkol dan kulitnya sama-sama bermanfaat
Jengkol (Pithecellobium jiringa) atau buah jengkol, siapa sih yang tidak tahu???  Selain enak untuk lalapan, juga enak dibuat sayur, apalagi semur jengkol.  Hm..hm...itu ku suka...hehe.  Tapi awas kalau kebanyakan, ekskresimu bau jengkol...wah...wah...  Pemanfaatan buah jengkol sudah lazim untuk makanan, kripik atau sayuran.  Sedangkan kulitnya bisa juga lho dimanfaatkan untuk pestisida organik yang caranya silakan mencoba tips-gratis-membuat-pestisida-organik-sendiri.

Dari hasil penelitian Rahayu dan Pukan (1998) diungkapkan kalau kandungan senyawa kimia dalam kulit jengkol yaitu: alkaloid, terpenoid, saponin dan asam fenolat. Asam fenolat ini di dalamnya termasuk flavonoid dan tanin. Tanin ini terdapat pada berbagai tumbuhan berkayu dan herba, berperan sebagai pertahanan tumbuhan dengan cara menghalangi serangga dalam mencerna makanan. Serangga yang memakan tumbuhan dengan kandungan tanin tinggi akan memperoleh sedikit makanan, akibatnya akan terjadi penurunan pertumbuhan (Howe & Westley; 1988).

Untuk senyawa saponin, termasuk dalam golongan triterpenoid. Golongan ini terdapat pada berbagai jenis tumbuhan, dan bersama-sama dengan subtansi sekunder tumbuhan lainnya berperan sebagai pertahanan diri dari serangan serangga, karena saponin yang terdapat pada makanan yang dikonsumsi serangga dapat menurunkan aktivitas enzim pencernaan dan penyerap makanan (Applebaum; 1979, Ishaaya; 1986). Sementara itu, Smith (1989) menyatakan bahwa alkaloid, terpenoid, dan flavonoid merupakan senyawa pertahanan tumbuhan yang dapat bersifat menghambat makan serangga dan juga bersifat toksik.

Nah, itulah sekilas tentang kandungan kimia kulit jengkol yang berperan dalam membasmi serangga ataupun hama penyakit tanaman lainnya.  Semoga bermanfaat.

Artikel terkait :
1.  Bahan-yang-berpotensi-sebagai-starter kompos (Seri 4)
2. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 3)
3. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 2) 
4. Bahan yang berpotensi sebagai starter kompos/pupuk (seri 1) 
5. Membuat starter kompos/pupuk sendiri (pengenalan)
6.
Tips gratis membuat EM (2) 
7. Tips gratis membuat pestisida organik (4) 
8. Tips gratis membuat bokashi/pupuk organik sendiri 
9. Tips membuat/membiakkan EM /mikroorganisme lokal (1) 
10. Potensi temu hitam sebagai insektisida dan fungisida organik 
11. Analisa kandungan urine hasil fermentasi 
12. Analisa biaya sederhana pembuatan pupuk organik cair 
13. Tips gratis membuat insektisida organik (resep 2) 
14. Potensi umbi gadung sebagai insektisida organik 
15. Tips gratis membuat pupuk organik cair sederhana 
16. Tips gratis membasmi hama yuyu/kepiting sawah 
17. Potensi kulit jengkol sebagai insektisida organik 
18. Tips membuat fungisida organik sendiri 
19. Tips membuat herbisida/racun rumput sendiri 
20. Tips gratis membuat pestisida organik sendiri (resep 1)